1. Garuk Garuk
Kebiasaan yg satu ini tak akan pernah lepas selama anda tinggal di daerah Subtropis dan Tropis. Penyebabnya, nyamuk. Ya nyamuk hinggap di tubuh anda yg luput dari perlindungan pakaian yg anda gunakan saat tidur. Ia dengan leluasa memancing gairah bawah sadar anda untuk menggaruk atau menampar mereka yg sedang hinggap di kulit anda. Anda akan terlena saat menggaruk karena anda mungkin sedang mimpi indah. Disaat anda bangun, jangan heran mengapa ada bekas sayatan di kulit anda.
2. Berguling
Pernahkah anda tidur dengan posisi yg itu itu saja? Saya ragu anda akan mengatakan iya. Karena orang kebanyakan akan berpindah posisi saat tidur (kecuali orang yg tidur di ranjang UGD atau ICU rumah sakit. yakali dah tengkurep). Sistem alam bawah sadar anda mengatur posisi tubuh anda agar anda mendapatkan posisi yg terbaik meskipun kadang posisinya tak mengenakkan.
3. Mengigau
Yaaak ini pasti sering anda alami yakaaaan :p saya juga sih. Mengigau, sleeptalking atau somniloquy adalah vokalisasi saat tidur. Kejadian ini bisa juga disertai sleepwalking (somnabulism) atau gerakan2 lain saat tidur. Berlawanan dengan pandangan umum, mengigau biasanya terjadi pada tahap tidur dangkal NREM bukan pada tahap tidur REM/mimpi (rapid eye movement). Kejadian mengigau juga terjadi pada awal-awal tidur dimana hutang tidur masih menumpuk.
Mengigau terkadang (jarang sekali) terjadi pada tahap tidur mimpi (REM.) Kata-kata biasanya berkaitan dengan mimpi yang berisikan emosi kuat. Misal mimpi kamar terbakar, karena begitu takutnya kita sampai terbangun dan meneriakkan "air!!!" Padahal maksud hati berteriak api.
Untuk mengurangi episode mengigau, kita harus mengatur kecukupan tidur, agar hutang tidur minimal. Dengan berkurangnya hutang tidur dengan sendirinya episode mengigau juga akan berkurang sehingga kita tidak memerlukan pengobatan.
Jika “kebiasaan” mengigau disertai dengan gerakan-gerakan (sleepwalking,) bersihkan kamar tidur dari benda-benda pecah belah atau yang dapat melukai diri. Kalau bisa minimalkan jumlah perabot di dalam kamar. Jika sering terjatuh, mungkin ada baiknya kita tidur di atas kasur tanpa tempat tidur.
Jika tidur kita sudah cukup, tetapi masih sering mengigau, coba hubungi dokter karena ditakutkan kita menderita gangguan tidur lain yg membuat kualitas tidur buruk. Jika kualitas tidur buruk, akibatnya hutang tidur tetap menumpuk tinggi walaupun sudah tidur lama. Ciri khasnya kita sudah tidur lama, tapi saat bangun masih merasa kurang segar. Igauan dalam tidur itu adalah pelampiasan perasaan yg terpendam, sobat blogger4. Mendengkur
Ngorok atau mendengkur adalah kebiasaan yang dianggap biasa oleh masyarakat kita. Padahal efeknya luar biasa bagi kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Pada anak, bahkan bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang. Atasi mendengkur, kita akan dapat mencegah terjadinya hipertensi, diabetes, penyakit jantung, obesitas, stroke hingga kematian. Dengkuran dan rasa mengantuk berlebih merupakan ciri utama dari sleep apnea, henti nafas saat tidur. Ketika seseorang terlelap dalam tidur, maka otot dalam saluran aliran udara menyempit. Lidah ke belakang menuju saluran aliran udara dan bergetar berlawanan dengan lemahnya langit-langit mulut yang lunak dan anak lidah seperti halnya melemahnya otot- otot dan tenggorokan yang lain ketika ia menarik dan menghembuskan nafas. Semakin ia terlelap dan otot-ototnya semakin rileks, ia harus bekerja lebih keras untuk menghirup udara melalui tarikan udara yang melewati bagian dalam pada setiap nafas dan terjadilah kondisi mendengkur.
5. Sleepwalking (Berjalan ketika tertidur)
Namun, sleepwalking dapat terjadi di segala usia dan dapat menyebabkan perilaku bahkan berbahaya, seperti memanjat keluar jendela atau kencing di lemari atau kaleng sampah.Sleepwalking juga dikenal dengan sebutan somnabulisme, adalah suatu gangguan yang menyebabkan seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur. Paling umum terjadi pada anak antara usia 8 dan 12 tahun. Sleepwalking tidak menandakan adanya masalah kesehatan yang serius atau memerlukan pengobatan. Dalam riset terbaru, para ahli telah menemukan satu hal penting di balik fenomena sleepwalking. Hasil penelitian terhadap empat generasi menunjukkan bahwa fenomena ini bisa jadi karena dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Tim peneliti dari Washington University memantau empat generasi keluarga yang mana 9 dari 22 anggota mereka mengidapsleepwalking. Setelah melakukan analisa DNA menggunakan sampel air liur, peneliti menemukan bahwa seluruh pengidap sleepwalking memiliki kecacatan pada kromosom 20, yang bisa diturunkan pada generasi berikutnya.
Seseorang yang mengalami sleepwalking dapat mengalami:
- Duduk di tempat tidur dan membuka matanya
- Memiliki ekspresi mata sayu atau berkaca-kaca
- Berkeliaran di sekitar rumah, mungkin membuka dan menutup pintu atau mematikan dan menghidupkan lampu
- Melakukan aktivitas rutin, seperti berpakaian atau membuat snack, bahkan mengemudi mobil
- Bicara atau bergerak dengan canggung
- Menjerit, terutama jika juga mengalami mimpi buruk
- Sulit dibangunkan ketika episode sleepwalking terjadi
Yaaaap semoga bisa bermanfaat buat kalian sobat blogger! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar